Tanda Hewan Peliharaan Kena Penyakit Menular, Kapan Perlu Diisolasi?
Punya lebih dari satu hewan peliharaan di rumah, lalu salah satunya sakit? Wajar kalau Anda khawatir yang lain ikut tertular. Berikut tanda hewan sakit menular yang perlu diperhatikan, dan kapan sebaiknya dipisahkan dulu.
Tanda-Tanda Hewan Terkena Penyakit Menular
Beberapa gejala berikut patut dicurigai sebagai penyakit menular:
- Demam, lesu berlebihan, atau tidak mau bergerak
- Muntah atau diare yang muncul mendadak
- Keluar cairan dari hidung atau mata
- Bersin atau batuk terus-menerus
- Luka atau kelainan kulit yang muncul tiba-tiba, seperti kudis atau bulu rontok di area tertentu
- Nafsu makan hilang drastis dalam waktu singkat
Satu atau dua gejala di atas belum tentu penyakit menular. Tapi kalau muncul bersamaan, atau lebih dari satu hewan di rumah menunjukkan gejala serupa, sebaiknya jangan ditunda.
Kenapa Perlu Dipisahkan dari Hewan Lain?
Beberapa penyakit pada kucing dan anjing menular lewat kontak langsung, berbagi tempat makan atau minum, atau bahkan lewat udara. Hewan yang belum divaksin lengkap, masih muda, atau daya tahan tubuhnya lemah paling berisiko tertular.
Memisahkan hewan yang sakit bukan berarti berlebihan. Ini langkah sederhana yang bisa mencegah penularan ke hewan lain di rumah sebelum diagnosis pasti didapat.
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Segera periksakan ke dokter hewan jika:
- Gejala tidak membaik dalam 1-2 hari
- Ada hewan lain di rumah yang belum divaksin atau masih muda
- Gejala tergolong berat, seperti sesak napas, muntah terus-menerus, atau lemas total
Untuk kasus yang membutuhkan pengawasan ketat, hewan biasanya perlu rawat inap. Ruangan untuk pasien infeksius di klinik kami terpisah secara khusus dari pasien lain dan ber-AC, jadi tetap nyaman dan tidak berisiko menularkan ke pasien lain.